MEMAHAMI KEGELAPAN

Gelap selalu identik dengan persepsi kita tentang hal yang tidak baik dalam kehidupan. Gelap akan digunakan untuk melambangkan mengenai kekuatan negatif, kekuatan setan, dan hal yang tidak menyenangkan lainnya. Lalu apabila semua persepsi itu benar adanya, Apakah Kegelapan itu salah?
"Cahaya akan selalu berdampingan dengan Kegelapan. Kegelapan berasal dari Cahaya itu sendiri. Cahaya akan terlihat bila Kegelapan itu ada."
Sumber Gambar : http://4.bp.blogspot.com
Ada pertanyaan dalam benak saya hingga sekarang ini, Mengapa manusia sekarang sangat takut dengan Kegelapan. Mereka takut dengan Setan, mereka takut dengan tindakan-tindakan buruk, mereka takut dan kemudian mulai membencinya. Alhasil, munculah sekte-sekte yang memiliki idiologi bahwa manusia harus memerangi kegelapan. Munculah, kelompok orang yang kemudian mengatasnamakan Cahaya dan kemudian mulai memerangi Kegelapan. Lalu pertanyaan saya, Apakah yang mereka lakukan itu benar? Atau bahkan sebenarnya merekalah yang sedang dirasuki oleh Kegelapan. Coba ingat, sifat Cahaya adalah welas asih dan menyayangi. Orang yang diliputi oleh Cahaya sejati bahkan akan menolong orang-orang yang pernah mencacinya dan melemparinya dengan kotoran. Jadi, perbuatan orang-orang yang mengatasnamakan Cahaya untuk melakukan kekerasan adalah hal yang kurang tepat. Maksud hati ingin memerangi Kegelapan tapi apa daya mereka sebenarnya malah tidak sadar bahwa sebenarnya telah dirasuki oleh Sifat Kegelapan.

Apakah Kegelapan itu salah?
Lambang Setan
Sumber Gambar : http://www.seputarforex.com
Tidak. Kegelapan itu ada dan tidak salah. Kegelapan itu muncul dari adanya Cahaya. Jadi, apabila mengutuk Kegelapan, maka secara tidak langsung sebenarnya kita telah mengutuk Cahaya. Kegelapan bersumber dari Cahaya. Lalu, faktanya, Cahaya hanya akan dapat kita lihat dari adanya Kegelapan. Cahaya tidak akan dapat kita Lihat di tempat yang penuh Cahaya tentunya. Kita perlu tempat yang Gelap agar kita mampu melihat yang namanya Cahaya.
Itu adalah analogi yang nikmat untuk memahami keberadaan Tuhan dan Setan (alam bawah). Sekarang ini, banyak orang yang sangat takut dengan Setan dan mulai memeranginya. Mereka bahkan melakukan tindakan kekerasan kepada manusia lainnya saat menilai perbuatan seseorang dipengaruhi oleh Setan. Lalu pertanyaannya, bukankah menyiksa orang dengan kekerasan atas perbuatannya adalah sifat dari Setan itu sendiri? Benar kata orang, terkadang Setan itu tampak sangat tidak jelas, alhasil banyak orang yang terlihat menyungsung Tuhan namun sebenarnya mereka dipengaruhi oleh Setan.
"Memerangi Setan sama dengan menjadi Setan itu sendiri"
Lau apakah setan itu salah? Ya tidak. Coba ingat, Setan itu diciptakan oleh Tuhan itu sendiri. Sama seperti dengan analogi Cahaya dan Kegelapan. Setan ibarat Kegelapan bagi kita. Lalu, apakah Setan salah ? Silahkan anda menganalogikannya sendiri.

Menerima Kegelapan itu sendiri
Kita sekarang sudah mulai memahami bahwa sebenarnya Kegelapan itu tidak salah dan memang ada. Lalu, bagaimana kita menyikapi Kegelapan itu? Jawabannya sederhana, Terimalah kegelapan itu dengan ikhlas dan berbesar hati. Seperti yang dikatakan dalam Tutur Orang Bali, Rwa Bhineda :
"Hal Positif dan Negatif akan selalu berdampingan pada suatu hal yang sama."
Leak di Bali, perlambangan dari Energi Negatif
Sumber Gambar : http://nanoxx.files.wordpress.com
Artinya apa? Kehidupan akan selalu mengandung unsur Positif (Cahaya) dan Negatif (Kegelapan). Kita tidak akan dapat memisahkannya. Mereka bagaikan dua hal yang saling tergantung satu sama lainnya. Hal yang paling tepat untuk menyikapi kegelapan ialah dengan menerima keberadaannya dalam kehidupan kita, dan bukan dengan memeranginya. Jadi itulah yang saya maksud dengan Menerima Kegelapan itu sendiri. Menerima kegelapan bukan berarti kita telah terjerumus dalam kegelapan, melainkan kita menerima keberadaannya. Kita tetap hidup dalam Cahaya, namun kita memahami Cahaya dengan jalan menerima keberadaan dari Kegelapan itu sendiri. Kembali ke pertanyaan saya tadi, Bagaimanakah anda dapat melihat Cahaya, tanpa adanya Kegelapan? Seperti itulah kita harus menerima keberadaan dari Kegelapan agar kita mampu melihat Cahaya itu sendiri. Sekarang anda pasti mulai memahami apa yang saya maksud. 
"Jangan mengutuk Kegelapan, mulailah untuk menyalakan Lilin"
Menerima keberadaan Kegelapan sebagai bagian dari Kehidupan adalah cara yang paling damai bagi kita untuk memahami kehidupan itu sendiri. Cara yang paling efektif bagi kita untuk dapat menemukan Cahaya di dalam Kehidupan. Bila memahami gagasan ini, kita akan mulai tertawa pada orang-orang yang menghabiskan sepanjang hidupnya dalam kepalsuan yang mengatakan dirinya memuja Tuhan namun ia memerangi Setan dengan sangat keras. Setan dan Alam Bawah adalah bagian dari Tuhan itu sendiri. Terimalah keberadaan mereka sebagai fakta dari kehidupan ini. Keberadaan mereka merupakan kehendak dari Tuhan sendiri. Terimalah keberadaan Setan dan Alam Bawah tersebut dengan ikhlas. Hormati mereka dan anda akan mampu melihat Cahaya Tuhan.

Merubah Hal Negatif menjad Positif
Ini adalah tulisan saya sebelumnya. Saya menggambarkan bagaimana kita mampu untuk mengubah hal yang dasarnya negatif menjadi hal yang positif. Bukankah hal yang lebih baik apabila kita mampu untuk mengubah hal yang negatif menjadi hal yang positif? Hal inilah yang akan dapat kita lakukan pada kegelapan (setan dan alam bawah).

Tradisi Mesegeh di Bali,
menghormati alam bawah dan menerima keberadaannya
Sumber Gambar : www.500px.com
Kita menghormati dan menerima keberadaannya dalam kehidupan kita bukan berarti kita memuja mereka. Kita sebagai mahkluk ciptaan Tuhan akan senantiasa memuju Tuhan dan menerima keberadaan mereka (setan dan alam bawah). Saat kita bisa menerima dan menghormati keberadaan mereka, kita akan memulai langkah awal kita untuk dapat menemukan Tuhan. Langkah pelan tetapi pasti bagi kita, dengan seiring waktu, kita mulai dapat mengubah Setan dan Alam Bawah menjadi lebih positif dan kemudian kembali pada hakikatnya kepada Tuhan itu sendiri. Hal yang sama seperti analogi saya sebelumnya tentang Hal Negatif dan Positif. Kita menerima keberadaan Hal Negatif di dalam Kehidupan kita, lalu kemudian kita memulai untuk mengalikannya dengan hal negatif, yang berarti kita melakukan hal yang sebaliknya dari hal negatif tersebut, maka kita akan mampu menemukan hal yang positif dan bukan negatif lagi. Begitulah dengan keberadaan mereka (setan dan alam bawah), saat mereka memberikan pengaruh negatif pada kehidupan kita, cobalah untuk memberikan pengaruh yang sebaliknya maka kita akan mampu mengubahnya menjadi hal yang positif. Kita selain mendapatkan cahaya, kita akan mampu untuk mengubah Kegelapan menjadi Cahaya. Hal yang sangat nikmat dalam kehidupan ini bila kita mampu untuk melakukannya. Haha, tampaknya anda mulai bisa memahami gagasan saya ini.

0 comments :

Post a Comment

 

PENULIS DALAM KATA


"Saya Orang yang Hebat dengan Mimpi yang Hebat karena Tuhan yang Hebat melahirkan saya untuk mengubah Dunia ini menjadi lebih Hebat"

I Wayan Bayu Diatmika dalam Dream Clothing Company, 2011

Temukan saya di Instagram

Jepret-Jepret Lensa Nakal

Temukan saya di Google

Bangga Menjadi Bagian Indonesia

Bangga Menjadi Bagian Indonesia
Indonesia merupakan sebuah negara yang sangat kaya. Alam yang Indah dengan Hasil Alam yang mellimpah. Iklim yang sangat baik untuk hidup. Manusia yang berlimpah dengan bakat dan kemampuan yang luar biasa. Budaya yang sangat maju, dan jauh lebih maju dibandingkan dengan negara yang mengaku sebagai negara yang maju dan adi daya saat ini. Kemampuan Spiritual di Indonesia juga sangat tinggi. Tuhan benar-benar dipahami dan diketahui oleh Leluhur Indonesia. Itulah Manusia, Alam, Budaya dan Tuhan yang selalu membuat kebanggan menjadi bagian dari Indonesia.

Tuhan, Manusia, Alam

Tiga hal yang harus diseimbangkan dalam mencapai kebahagiaan ialah Tuhan, Manusia dan Alam. Konsepsi Tertingginya ialah berbakti kepada Tuhan. Bakti tersebut turun ke dalam dua konsep berikutnya ialah menjaga hubungan baik dengan Manusia dan Alam. Muara dari pemahaman ini ialah tentang seberapa baik manusia memahami dirinya sendiri.

Kebenaran?

Kebenaran adalah Kepedulian. Saat engkau berbuat sesuatu kepada orang lain dengan berlandaskan pada Kepedulian maka di sana terdapat Kebenaran. Saat engkau berbuat Baik sekalipun kepada orang lain namun dengan berlandaskan menginginkan suatu balasan pahala dari Tuhan maka perbuatan tersebut telah menjauhi substansi kebenaran. Dimana kepedulian ditegakkan menjadi landasan perbuatan maka di sana kebenaran telah tumbuh sebagai Pohonnya. OM, Santi

TWEET @IWAYANBAYU

YUK KUNJUNGI ASESORISMU DI SINI

 Luh Pernak-Pernik
Salah satu brand lokal yang mencoba untuk memberikan jiwa indie dalam produknya, Luh Pernak-pernik hadir untuk memberikan anda aksesoris untuk mempercantik penampilan harian anda. Luh PernakPernik menawarkan produ-produk ekonomi berupa kalung dan perhiasan yang mampu meningkatkan kepercayaan diri anda. Luh PernakPernik fokus memberikan produk yang memuaskan sehingga dalam setiap produknya, Luh PernakPernik selalu mengemas produk dalam bentuk box perhiasan eksklusif yang mampu membuat anda semakin menyayangi perhiasan anda. Saat ini, Luh PernakPernik telah mengembangkan usahanya dengan bekerja sama dengan beberapa pengerajin perhiasan khas bali sehingga produk yang ditawarkan oleh Luh PernakPernik juga menyediakan produk-produk yang bernuansa adat bali dan nusantara indonesia.  

SVAHARYA si Karya Anak Bangsa

SVAHARYA si Karya Anak Bangsa
Kekuatan Seni dan Produk Seni Indonesia sangat kuat, pantas untuk disandingkan dengan produk mancanegara. Keinginan Anak Bangsa yang satu ini sangat kuat untuk mengangkat kain batik, endek, dan kerajinan kain asli Indonesia lainnya untuk menjadi produk-produk yang berkualitas dan menjual. Dengan konsep produksi yakni satu produk hanya dimiliki oleh satu orang saja, pembeli mana yang tidak ingin memiliki produk yang eksklusif, berkualitas, dan hanya ada satu di dunia. Mari temukan produk tersebut di sini, di Svaharya, www.svaharya.com