INNER PEACE


INTERNALISASI PRINSIP INNER PEACE MASTER SHIFU (KUNGFU PANDA) DALAM MENGGELUTI PARADIGMA AKUNTANSI DAN KEILMUAN AKUNTANSI

Sebuah diskusi menarik yang pernah dilakukan di dalam perkuliahan Akuntansi Multiparadigma, ialah tentang Inner Peace yang dikisahkan di dalam Kungfu Panda 2. Kungfu Panda memuat kisah tentang siapa sebenarnya diri Poo, darimana dia berasal, siapa dan dimana orang tua Poo sebenarnya, dan kenapa ia bisa menjadi anak seorang koki angsa. Film tersebut mengkisahkan tentang bagaimana gejolak hati yang diterima Poo saat mengetahui bahwa dirinya terpisah dari keluarganya akibat pembantaian seluruh keturunan panda oleh Master Shen. Dendam yang awalnya bergejolak dalam hatinya membuat dirinya tidak mampu menjadi diri Poo yang sebenarnya, ia memenuhi dirinya dengan dendam sehingga ia tidak mampu mengalahkan Master Shen. Penenangan Jiwa oleh Poo dan untuk dirinya kemudian mampu membuat Poo sadar akan siapa dan takdir yang telah ia jalani dan penuhi. Poo berhasil membuat hatinya mampu meredam dendam yang memenuhi dirinya. Poo yang sudah sadar akan siapa dirinya sebenarnya, dan mampu menerima segala takdir dan perjalanan hidup yang telah ia terima selama ini, akhirnya mampu memaafkan Master Shen. Penemuan ketenangan diri, kesadaran diri dan kemampuan untuk memaafkan orang lain itulah yang disebut sebagai inner peace oleh Master Shifu (guru dari Poo itu sendiri). Inner Peace mampu membuat diri Poo mampu memunculkan kemampuan dirinya yang sebenarnya. Dirinya tidak lagi dibelenggu oleh dendam, amarah, ketakutan, serta keraguan. Posisi inilah yang membuat diri Poo mampu mengatasi segala serangan dari Shen dengan mudah.

Intinya ialah orang yang mampu menemukan kesadaran atas dirinya mampu menemukan jalan tentang bagaimana seharusnya ia berjalan di dunia. Orang yang sadar tentang dirinya di dunia ini mampu mengatasi ketakutannya, keraguannya, kecemasannya, emosi, dendam, perasaan duniawinya dan segala hal material yang membelenggu kesejatian diri dari manusia tersebut. Lebih luas lagi dari film tersebut, orang yang mampu mencapai inner peace-nya berarti orang yang memahami betul bahwa jejak langkahnya di dunia ini tidak membutuhkan lagi belenggu perasaan materialitas karena, Tuhan lah yang menggerakkan dan mengisi segala langkah, cerita, serta zat yang memenuhi kehidupan dari manusia tersebut. Nilai Inner Peace yang diajarkan oleh Master Shifu memandang manusia (human nature) sebagai suatu mahkluk yang mampu menemukan ketenangan dan kesadaran atas kesatuan dirinya dengan Alam semesta, mahkluk lain, dan Sang Pencipta – Tuhan. Hal ini juga berarti seorang akuntan juga merupakan individu yang memiliki kesatuan dengan orang lain, alam, dan Tuhan. Akuntan bisa berbuat baik dan jahat di dunia dengan cukup menghandalkan kemampuannya untuk memanipulasi data keuangan. Baik dan Jahat adalah suatu pilihan dan bukan suatu produk dari akuntansi itu sendiri. Dalam hal ini, akuntansi bukan produsen dari nilai jahat, melainkan akuntannya lah yang akan menentukan untuk memilih jalan baik atau jahat. Jalan Jahat cenderung lebih enak dan mudah untuk dijalani. Jalan Jahat juga lebih menjamin kehidupan akuntan dari segala penderitaan material yang ada di dunia fana ini. Namun, apakah jalan jahat membuat diri akuntan tenang? Mampukah akuntan hidup dengan jalan jahat dan menemukan inner peace-nya?

Akuntan bekerja karena ilmu yang dimilikinya. Ilmu ini berasal dari Ilmu Akuntansi. Ilmu Akuntansi terbentuk dari penelitian-penelitian yang disusun oleh manusia. Karena dibentuk oleh manusia, ilmu akuntansi akhirnya akan membuat nilai dari manusia pembuatnya masuk ke dalam ilmu akuntansi tersebut. Manusia Pembuat Ilmu Akuntansi membuat ilmu akuntansi dengan menggunakan paradigma berpikir yang beragam. Dominan Ilmu Akuntansi dibentuk dari paradigma positivis. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian-penelitian paradigma positivisme banyak yang berasal dari sikap cemas, contohnya saja seperti teori agensi, konservatisme, penyajian aset, penilaian aset dan lainnya. Semuanya tercipta dari paradigma cemas. Hal ini lah yang membuat akuntansi paradigma positivisme penuh dengan kecemasan. Manusia yang cemas tidak akan mampu mencapai inner peace-nya. Akhirnya, Akuntansi Positivis akan penuh dengan kecemasan dan tidak mampu mengeluarkan inner peace dan kemampuan sebenarnya di dunia ini - Akuntansi ini ada untuk apa si? (Kesejatian dari Diri Akuntansi Positivisme itu sendiri). 


Di tengah isu kapitalisme, muncullah gebrakan dari akuntansi paradigma non-positivisme untuk memberikan solusi mengatasi kapitalisme. Kapitalisme selalu dijelaskan sebagai suatu masalah. Masalah ini tidak boleh dibiarkan terus sehingga akuntansi non-positivisme lah yang ditawarkan sebagai solusi. Akuntansi Non-Positivisme ini memberikan alternatif akuntansi yang lebih bermakna, lebih bernilai, lebih kritis, lebih inovatif dan lebih spiritual, lalu menurunkan akuntansi syariah, akuntansi perpuluhan, akuntansi anak jalanan, akuntansi pancasila, akuntansi tri hita karana, dan lainnya. Tapi. Apakah kita sadar bahwa sebenarnya solusi yang diberikan oleh akuntansi non-positivisme adalah suatu bentuk dari kecemasan dari paradigma non-positivisme memandang keadaan sekarang ini? Bukankah dunia ini sudah dalam suatu ritme yang disajikan oleh Tuhan. Memang manusia harus berusaha namun, jika kita berusaha tanpa tenang dan menemukan kesadaran diri kita, bukankah itu adalah suatu bentuk dari penyesetan semata? Dalih ingin memberikan suatu inovasi akuntansi non-positivisme, apa kita tidak takut malah solusi dari akuntansi non-positivisme justru memberikan peluang masalah yang lain dan lebih besar dari masalah sekarang ini. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa akuntansi paradigma positivisme dan kecemasan dari akuntansi paradigma non-positivisme sama-sama menyajikan suatu ilmu akuntansi yang cemas. Ingat, ilmu akuntansi yang cemas akan menjauhkan diri manusia (akuntan) dari penemuan kesejatian dirinya. Kecemasan ilmu akuntansi paradigma positivis dan non-positivisme akhirnya membuat ilmu akuntansi yang menjauhkan akuntan yang mempelajarinya dari momentum inner peace. Akhirnya, akuntansi hanya akan terbatas dari sudut pandang kecemasan si pembuatnya. Akuntansi Positivis harusnya dijalankan dengan ketenangan dan kesadaran atas fungsi dirinya dalam dunia. Akuntansi Non-Positivis tidak boleh mengada-ada dan menciptakan kecemasan terhadap Akuntansi Positivisme karena cara seperti itu justru sama saja dengan apa yang dicemaskannya. Akhir kata, 

Akuntan memiliki fungsi dalam hidupnya.
Penemuan atas Kesejatian Diri dan Fungsi Hidup Akuntan mampu memberikan ketenangan.
Ketenangan itu merupakan suatu Inner Peace.
Inilah yang jika dikembangkan akan mampu memunculkan kemampuan sejati dari akuntansi itu sendiri . . .

0 comments :

Post a Comment

 

PENULIS DALAM KATA


"Saya Orang yang Hebat dengan Mimpi yang Hebat karena Tuhan yang Hebat melahirkan saya untuk mengubah Dunia ini menjadi lebih Hebat"

I Wayan Bayu Diatmika dalam Dream Clothing Company, 2011

Temukan saya di Instagram

Jepret-Jepret Lensa Nakal

Temukan saya di Google

Bangga Menjadi Bagian Indonesia

Bangga Menjadi Bagian Indonesia
Indonesia merupakan sebuah negara yang sangat kaya. Alam yang Indah dengan Hasil Alam yang mellimpah. Iklim yang sangat baik untuk hidup. Manusia yang berlimpah dengan bakat dan kemampuan yang luar biasa. Budaya yang sangat maju, dan jauh lebih maju dibandingkan dengan negara yang mengaku sebagai negara yang maju dan adi daya saat ini. Kemampuan Spiritual di Indonesia juga sangat tinggi. Tuhan benar-benar dipahami dan diketahui oleh Leluhur Indonesia. Itulah Manusia, Alam, Budaya dan Tuhan yang selalu membuat kebanggan menjadi bagian dari Indonesia.

Tuhan, Manusia, Alam

Tiga hal yang harus diseimbangkan dalam mencapai kebahagiaan ialah Tuhan, Manusia dan Alam. Konsepsi Tertingginya ialah berbakti kepada Tuhan. Bakti tersebut turun ke dalam dua konsep berikutnya ialah menjaga hubungan baik dengan Manusia dan Alam. Muara dari pemahaman ini ialah tentang seberapa baik manusia memahami dirinya sendiri.

Kebenaran?

Kebenaran adalah Kepedulian. Saat engkau berbuat sesuatu kepada orang lain dengan berlandaskan pada Kepedulian maka di sana terdapat Kebenaran. Saat engkau berbuat Baik sekalipun kepada orang lain namun dengan berlandaskan menginginkan suatu balasan pahala dari Tuhan maka perbuatan tersebut telah menjauhi substansi kebenaran. Dimana kepedulian ditegakkan menjadi landasan perbuatan maka di sana kebenaran telah tumbuh sebagai Pohonnya. OM, Santi

TWEET @IWAYANBAYU

YUK KUNJUNGI ASESORISMU DI SINI

 Luh Pernak-Pernik
Salah satu brand lokal yang mencoba untuk memberikan jiwa indie dalam produknya, Luh Pernak-pernik hadir untuk memberikan anda aksesoris untuk mempercantik penampilan harian anda. Luh PernakPernik menawarkan produ-produk ekonomi berupa kalung dan perhiasan yang mampu meningkatkan kepercayaan diri anda. Luh PernakPernik fokus memberikan produk yang memuaskan sehingga dalam setiap produknya, Luh PernakPernik selalu mengemas produk dalam bentuk box perhiasan eksklusif yang mampu membuat anda semakin menyayangi perhiasan anda. Saat ini, Luh PernakPernik telah mengembangkan usahanya dengan bekerja sama dengan beberapa pengerajin perhiasan khas bali sehingga produk yang ditawarkan oleh Luh PernakPernik juga menyediakan produk-produk yang bernuansa adat bali dan nusantara indonesia.  

SVAHARYA si Karya Anak Bangsa

SVAHARYA si Karya Anak Bangsa
Kekuatan Seni dan Produk Seni Indonesia sangat kuat, pantas untuk disandingkan dengan produk mancanegara. Keinginan Anak Bangsa yang satu ini sangat kuat untuk mengangkat kain batik, endek, dan kerajinan kain asli Indonesia lainnya untuk menjadi produk-produk yang berkualitas dan menjual. Dengan konsep produksi yakni satu produk hanya dimiliki oleh satu orang saja, pembeli mana yang tidak ingin memiliki produk yang eksklusif, berkualitas, dan hanya ada satu di dunia. Mari temukan produk tersebut di sini, di Svaharya, www.svaharya.com