TIGA PILAR KEBAHAGIAAN

Om Swastyastu, 
Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru . . . 

Bali selain terkenal dengan keindahan alamnya yang sungguh mempesona dan menggait hati untuk tidak mampu berpaling dari pulau tersebut, juga terkenal dengan kekayaan budaya luhur masyarakat bali yang masih terjaga dengan rapi hingga sekarang. Perkembangan pariwisata yang sangat deras memberikan dampak buruk berupa derasnya gerusan buruk terhadap keutuhan budaya masyarakat bali. Namun di samping itu, kekayaan budaya di pulau tersebut masih sangat kuat untuk mempertahankan eksistensinya hingga sekarang. Dalam konsepsi masyarakat bali, salah satu nilai budaya yang sangat terkenal dan menjadi panduan wajib bagi masyarakat bali untuk dilaksanakan dan diterapkan di dalam setiap segmen kehidupan mereka ialah Nilai Budaya Tri Hita Karana.

Lingkungan Hidup yang BahagiaSumber gambar : http://3.bp.blogspot.com/-ud_Z-BwQa1c/UQjA74IV_SI/AAAAAAAAKHE/u9i9kLFGSk8/s1600/9+(3).jpg
Tri Hita Karana adalah sebuah prinsip hidup atau konsep berpikir dari masyarakat bali. Tri Hita Karana (THK) memuat tentang tiga alasan penyebab kebahagiaan. THK terbentuk dari kata tri (tiga), hita (kebahagiaan) dan karana (penyebab). THK berarti tiga alasan atau penyebab dari kebahagiaan. Hal ini berarti jika manusia ingin menciptakan kebahagiaan maka manusia harus menjalankan tiga alasan atau penyebab tersebut. Tiga alasan atau penyebab tersebut harus diturunkan dan diimplementasikan ke dalam setiap segmen kehidupan manusia dan dilaksanakan secara balance atau harmonis, tiga hal tersebut harus dikokohkan secara berimbang, sehingga puncak dari keseimbangan tersebut ialah tercapainya kebahagiaan. 

THK memuat tiga alasan atau penyebab kebahagiaan ialah :
  • Parahyangan. Penyebab pertama di dalam THK ialah menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan Yang Maha Esa, Sang Pencipta dari manusia. 
  • Pawongan. Penyebab kedua ialah menjaga hubungan yang baik dengan manusia lain di sekitar.
  • Palemahan. Penyebab ketiga ialah menjaga hubungan yang baik dengan alam dan lingkungan di sekitar.
Walaupun disajikan di dalam tiga alasan yang dinyatakan sebagai suatu urutan, yakni pertama, kedua, dan ketiga, namun pada implementasinya, THK dijalankan secara harmonis, yang dalam arti lain, ketiga alasan tersebut harus dijalankan bersama-sama dan bukan mendahulukan salah satu terlebih dahulu. Terlalu berdosa mungkin saya bila mengatakan bahwa alasan tentang Tuhan harus disejajarkan sama pentingnya dengan alasan tentang manusia dan alam namun pada implementasinya konsep parahyangan adalah dijalankan bergandengan dengan konsep palemahan dan pawongan. Begitulah konsep THK dijalankan, ketiganya dijalankan dengan seimbang, bergandengan, dengan tanpa mendahulukan salah satu konsep terlebih dahulu.

Parahyangan  yang merupakan konsep menjaga hubungan yang harmonis manusia dengan Tuhan. Menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan ialah kewajiban manusia karena dariNyalah segala hal dalam kehidupan ini berasal termasuk diri dan kehidupan manusia tersebut. Jiwa Manusia pun berasal dari energi Tuhan yang Maha Besar. Menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan ialah sebuah kewajiban yang sebenarnya opsional sebenarnya. Kenapa? Tanpa kita menjaga hubungan yang harmonis pun dengan Tuhan, sejatinya Tuhan selalu peduli dan menyayangi kita sebagai manusia ciptaanNya. Lalu kenapa sebuah tekad untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan adalah sebuah kewajiban yang dapat dipilih oleh manusia? Karena tekad tersebut adalah wujud terima kasih, bakti, dan sujud manusia kepada Tuhan sebagai Dzat tertinggi di dunia ini dan sebagai sumber dari segala hal di dunia ini. Menjaga Hubungan harmonis dengan Tuhan sejatinya dilandasi oleh dasar ikhlas dan kesadaran manusia. Hal ini berarti sterkad untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan bukanlah berasal dari keinginan untuk mendapatkan suatu manfaat tertentu dari Tuhan misalnya ingin diberikan harta benda oleh Tuhan, ingin mendapatkan Surga dari Tuhan, ingin mendapatkan Pahala dari Tuhan dan sebagainnya. Hal ini juga berarti bahwa tekad menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan bukanlah didasari oleh rasa takut kepada Tuhan. Manusia yang Takut dengan Tuhan dan akhirnya memberikan sujud baktinya kepada Tuhan maka sejatinya itu bukanlah bagian dari konsep parahyangan dan bukanlah bagian dari menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan.

Seorang manusia yang berdoa kepada Tuhan, menjaga hubungannya dengan Sang PenciptanyaSumber gambar : http://www.grtl.org/sites/default/files//images/pray.jpeg

Konsep Parahyangan tidak hanya berhenti di konsep itu sendiri. Menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan tidaklah hanya sesempit itu saja. Menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan sebenarnya lebih luas dari konsep memahami bahwa hubungan harmonis tersebut hanya antara manusia dengan Tuhan itu sendiri. Kenapa? Karena segala hal di dunia ini ialah berasal dari Tuhan itu sendiri, dan oleh sebab itu, tekad menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan ialah juga diimplementasikan melalui hubungan yang harmonis dengan manusia dan juga alam semesta, dan itulah konsep pawongan dan palemahan. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya konsep parahyangan adalah transenden di dalam konsep palemahan dan pawongan. Sebagai konsep yang transenden, manusia tidak akan mampu sempurna mewujudkan tekad menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan apabila ia hanya berdoa saja, ia harus memperhatikan keharmonisan dengan manusia lainnya dan juga dengan alam semesta. Pemahaman ini akan membawa kita pada pandangan bahwa konsep parahyangan menjadi konsep tertinggi di dalam THK yang kemudian turun dan transenden di dalam dua konsep lainnya. Dalam kedudukannya sebagai konsep puncak, parahyangan haruslah dipandang sebagai bagian dari tiga pilar yang harus dijalankan bersama-sama dengan konsep palemahan dan pawongan.

Konsep Pawongan merupakan konsep tentang menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia lainnya. Yap, sebagai mahkluk sosial, pada hakekatnya manusia tidak mampu untuk hidup sendiri di dunia. Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk berinteraksi dan saling membantu dalam mengusahakan kehidupannya. Faktanya, banyak hal yang tidak mampu untuk dilakukan oleh manusia sendiri, manusia membutuhkan bantuan dari manusia lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Dalam konsep yang lebih luas, menjaga hubungan yang harmonis dengan manusia lainnya sejatinya adalah bagian dari pemahaman transendental dari konsep parahyangan-pawongan. Kita dengan manusia lainnya adalah bersumber dari satu sumber yakni Tuhan yang Maha Esa. Menjaga Hubungan yang baik dengan manusia lainnya juga adalah bentuk dari menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan yang bersemayam di dalam diri manusia tersebut. Pawongan diimplementasikan secara konkret di kehidupan nyata dengan menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan manusia lainnya, menjunjung tinggi rasa bergotong-royong dan menciptakan rasa cinta kasih dengan manusia lainnya. Cinta Kasih yang dimaksud ialah rasa dimana manusia dengan manusia lainnya saling membutuhkan, menghormati, menjaga, dan peduli. Manusia tidak boleh menghina atau menyakiti manusia lainnya karena itu adalah perbuatan yang mencoreng keharmmonisan manusia dengan manusia, dan lebih luas lagi adalah bentuk dari penghianatan hubungan yang harmonis dengan Tuhan.

Manusia menjalin hubungan yang baik dengan manusia lainnya sumber gambar : http://2.bp.blogspot.com/-m-u35Fz2qmg/TsI_F-QSpnI/AAAAAAAAArc/jDhXKm9fUyg/s1600/cara+membangun+karakter+bangsa.jpg

Manusia yang memaniakkan dirinya di dalam ajaran agama, hingga akhirnya tiba pada pemahaman yang keliru, sering kali mengabaikan konsep hubungan yang harmonis dengan manusia. Dalam kejadian bom dan terorisme yang mengatasnamakan penegakan ajaran agama dan kepentingan Tuhan, si pelaku adalah orang yang menjunjung tingga konsep parahyangan sempit dan mengabaikan konsep pawongan. Ia menyakiti orang-orang yang ia nilai tidak sesuai dengan ajaran agamanya dan merasionalkan tindakannya dengan dalih bakti kepada Tuhan. Hal tersebut juga sering terjadi saat benturan agama terjadi, manusia mengabaikan hubungan harmonis dengan manusia lain yang beragama berbeda dengan alasan penegakan ajaran agamanya.

Konsep Palemahan merupakan konsep yang lebih luas dari konsep pawongan. Masih merupakan konsep transenden dari parahyangan, hubungan yang harmonis dengan alam semesta ialah sejatinya menjaga hubungan harmonis dengan dzat Tuhan yang ada di berbagai aspek di alam semesta. Alam Semesta yang mencakup segala mahkluk hidup di bumi, planet bumi, dan galaksi. Manusia mungkin dapat hidup melalui kegiatan saling membantu dengan manusia lainnya namun ia tidak akan dapat hidup jika alam semesta rusak, jika ekosistemnya rusak, jika lingkungan hidupnya rusak. Bagaimana manusia bisa bernafas jika tidak ada tumbuhan yang menghasilkan oksigen? Bagaimana manusia bisa hidup tanpa ketersediaan bahan makanan dari hewan dan tumbuhan? Apa yang akan diminum manusia jika semua air di bumi kering atau kotor? Bagaimana manusia bisa hidup jika keseimbangan galaksi rusak? Alam Semesta adalah sebuah kebutuhan bagi manusia untuk bisa hidup.

Alam Semestasumber gambar : http://2.bp.blogspot.com/-Ch_TUymK0bM/UfjV46XdhII/AAAAAAAAA3k/GdisIe9AaqQ/s1600/digital_universe_4-1600x1200.jpg

Hubungan yang harmonis dengan Mahkluk Hidupsumber gambar : http://1.bp.blogspot.com/-b8A9P7nzX3A/UK9pqrxS3mI/AAAAAAAAA4g/S8JdE5ovwc0/s400/hubungan-harmonis-beda-spesies-05+-Wallpaper.jpg

Hubungan yang harmonis dengan Alam sumber gambar : http://kotawisataindonesia.com/wp-content/uploads/2013/08/keindahan-alam-curug-cikasho.jpg
Hubungan yang harmonis dengan Tumbuhan 

Menjaga hubungan yang harmonis dengan alam semesta dapat diimplementasikan dengan konsep hijau atau go green. Kedepankan kepentingan bersama, yakni kepentingan manusia dan alam, di dalam mengusahakan berbagai kegiatan di alam semesta ini. Manusia yang memiliki usaha pabrikasi haruslah sadar bahwa ia tidak boleh ego dengan usahanya dan kemudian tidak peduli dengan limbah pabrik yang ia buang ke sungai. Manusia yang memiliki usaha tambang haruslah tahu kapan ia harus berhenti menggerogoti alam dan tidak terus-menerus mengikuti target labanya. Alam mungkin tidak dapat melakukan protes langsung kepada manusia saat manusia menganiayanya, namun rasa sakit yang dirasakan oleh alam adalah bersifat kolektif. Saat puncak rasa sakit tersebut telah diterima oleh alam maka alam akan memberikan ganjaran terhadap manusia. 

0 comments :

Post a Comment

 

PENULIS DALAM KATA


"Saya Orang yang Hebat dengan Mimpi yang Hebat karena Tuhan yang Hebat melahirkan saya untuk mengubah Dunia ini menjadi lebih Hebat"

I Wayan Bayu Diatmika dalam Dream Clothing Company, 2011

Temukan saya di Instagram

Jepret-Jepret Lensa Nakal

Temukan saya di Google

Bangga Menjadi Bagian Indonesia

Bangga Menjadi Bagian Indonesia
Indonesia merupakan sebuah negara yang sangat kaya. Alam yang Indah dengan Hasil Alam yang mellimpah. Iklim yang sangat baik untuk hidup. Manusia yang berlimpah dengan bakat dan kemampuan yang luar biasa. Budaya yang sangat maju, dan jauh lebih maju dibandingkan dengan negara yang mengaku sebagai negara yang maju dan adi daya saat ini. Kemampuan Spiritual di Indonesia juga sangat tinggi. Tuhan benar-benar dipahami dan diketahui oleh Leluhur Indonesia. Itulah Manusia, Alam, Budaya dan Tuhan yang selalu membuat kebanggan menjadi bagian dari Indonesia.

Tuhan, Manusia, Alam

Tiga hal yang harus diseimbangkan dalam mencapai kebahagiaan ialah Tuhan, Manusia dan Alam. Konsepsi Tertingginya ialah berbakti kepada Tuhan. Bakti tersebut turun ke dalam dua konsep berikutnya ialah menjaga hubungan baik dengan Manusia dan Alam. Muara dari pemahaman ini ialah tentang seberapa baik manusia memahami dirinya sendiri.

Kebenaran?

Kebenaran adalah Kepedulian. Saat engkau berbuat sesuatu kepada orang lain dengan berlandaskan pada Kepedulian maka di sana terdapat Kebenaran. Saat engkau berbuat Baik sekalipun kepada orang lain namun dengan berlandaskan menginginkan suatu balasan pahala dari Tuhan maka perbuatan tersebut telah menjauhi substansi kebenaran. Dimana kepedulian ditegakkan menjadi landasan perbuatan maka di sana kebenaran telah tumbuh sebagai Pohonnya. OM, Santi

TWEET @IWAYANBAYU

YUK KUNJUNGI ASESORISMU DI SINI

 Luh Pernak-Pernik
Salah satu brand lokal yang mencoba untuk memberikan jiwa indie dalam produknya, Luh Pernak-pernik hadir untuk memberikan anda aksesoris untuk mempercantik penampilan harian anda. Luh PernakPernik menawarkan produ-produk ekonomi berupa kalung dan perhiasan yang mampu meningkatkan kepercayaan diri anda. Luh PernakPernik fokus memberikan produk yang memuaskan sehingga dalam setiap produknya, Luh PernakPernik selalu mengemas produk dalam bentuk box perhiasan eksklusif yang mampu membuat anda semakin menyayangi perhiasan anda. Saat ini, Luh PernakPernik telah mengembangkan usahanya dengan bekerja sama dengan beberapa pengerajin perhiasan khas bali sehingga produk yang ditawarkan oleh Luh PernakPernik juga menyediakan produk-produk yang bernuansa adat bali dan nusantara indonesia.  

SVAHARYA si Karya Anak Bangsa

SVAHARYA si Karya Anak Bangsa
Kekuatan Seni dan Produk Seni Indonesia sangat kuat, pantas untuk disandingkan dengan produk mancanegara. Keinginan Anak Bangsa yang satu ini sangat kuat untuk mengangkat kain batik, endek, dan kerajinan kain asli Indonesia lainnya untuk menjadi produk-produk yang berkualitas dan menjual. Dengan konsep produksi yakni satu produk hanya dimiliki oleh satu orang saja, pembeli mana yang tidak ingin memiliki produk yang eksklusif, berkualitas, dan hanya ada satu di dunia. Mari temukan produk tersebut di sini, di Svaharya, www.svaharya.com